Drama Putra Salju
Suatu hari di sebuah hutan ada seorang Putra
tersesat. Dia tidak tau bagaimana bisa berada disana setelah berjalan menyusuri
hutan.
Putra
: Oh my God, aku dimana ?
Sebaik nya aku berjalan kesana
Lalu setelah ia berjalan jauh, ia
menemukan sebuah rumah di dekat perkebunan disebuah hutan tersebut. Karena dia
ingin meminta pertolongan, ia memasuki
rumah tersebut.
Putra : Rumah siapa ini ? Wah nyamanya, sepertinya
aku ingin tinggal disini
Setelah ia masuk, ia merasakan kenyamanan
rumah tersebut dan dia akhirnya tertidur disana. Sebenarnya sang Putra tidak
tau kalau rumah itu rumah milik 7 kurcaci. Tiba-tiba 7 kurcaci tersebut pulang
ke rumah setelah berkerja di hutan. Para kurcaci terkejut mengapa dirumahnya
ada seorang Putra. Lantas mereka membangunkan Putra tadi.
Kurcaci
Go green ! : hey, bangun-bangun ini sudah siang !
Sang Putra bangun dan terkejut tiba-tiba
ada banyak kurcaci dihadapannya.
Kurcaci
Pink : Siapa kamu ?
Kurcaci
Kuning maroon: kenapa kamu ada disini ?
Putra : Aku seorang Putra dari kerajaan di
seberang sana yang sedang tersesat disini
Kurcaci
Biru dongker : apakah kamu tidak tau jalan
pulang ?
Putra : Tidak.
Kurcaci
polkadot : Wah bagaimana ini ? Kita
tidak bisa membantunya
Putra : Bagaimana kalau aku tinggal
bersama kalian ?
Kurcaci
Coklat keju :Wah tidak bisa.
Putra : Kumohon
Kurcaci
Ungu cliquers: Bagaimana saudara-saudara, apakah kita menolongnya ?
Kurcaci
Pink : Sebenarnya bisa
sih,tapi bagaimana jika kita memperjakan dia sebagai pembantu ?
Kurcaci
Kuning maroon: Jangan kasihan !
Kurcaci Biru
dongker : Tunggu-tunggu, Kurcaci Go green
! dan Polkadot pernah menginginkan musim salju. Apakah kau bisa mendatangkan
musim salju ?
Putra :
Mungkin aku bisa. Tapi aku tidak yakin
Kurcaci
Polkadot : Baiklah, tapi tidak
boleh lama-lama ya
Kurcaci
Coklat keju : Kami kasih kau waktu 3
hari
Kurcaci Ungu cliquers: Jangan, bagaimana kita kasih waktu sampai setelah musim panen ?
Kurcaci Ungu cliquers: Jangan, bagaimana kita kasih waktu sampai setelah musim panen ?
Kurcaci
Go green ! : Setuju ! aku setuju
sekali
Putra : Baik, akan kulakukan
Lalu
musim panen segera tiba
Kurcaci
Pink : Tuan Putra kau harus
membantu kami panen di kebun
Kurcaci
Go green ! : Bagaimana apakah kamu
bisa mendatangkan musim salju setelah musim panen ?
Putra :
Aku masih mencobanya
Tuan
Putra gelisah karena ia bingung bagaimana ia bisa mendatangkan musim salju.
Lalu ia memohon kepada Tuhan sambil keadaan cemas
Putra : Ya Tuhan Aku ini
kebingungan. Aku memohon kepadaMu Tolong datangkan lah musim salju ditanah ini
Tuhan.......
Lalu
pada saat musim panen
Kurcaci
Coklat keju : Wah syukurlah hasil panen
kita banyak dan melimpah
Kurcaci
Kuning maroon: Wah iya, ini pasti berkat kerja keras kita selama 1 tahun
lamanya.
Kurcaci
Polkadot : Tentunya, tapi aku tidak
yakin dengan musim salju nanti.
Kurcaci
Biru dongker : Aku yakin pasti dia bisa !
Kurcaci
Ungu cliquers: Bagaimana jika tidak
Kurcaci
Biru dongker : Ya terpaksa kita harus
mengusirnya
Lalu
2 hari kemudian salju datang.
Kurcaci
Go green ! : Hore...hore...Salju
datang !
Kurcaci
Coklat keju : Wah rumah kita jadi putih
semua
Kurcaci
Biru dongker : Loe kira putih-putih
pocongan apa
Para kurcaci tertawa.
Para kurcaci tertawa.
Kurcaci
Pink : Wah ternyata Putra
tersebut sangat sakti
Kurcaci
Kuning maroon: Betul sekali. Baiklah kita ajak dia tinggal bersama.
Putra :
Terima kasih para kurcaci terima kasih banyak
Kurcaci
Ungu cliquers: Bagaimana kalau kita mengadakan pestapora ?
Kurcaci
Polkadot : Dimana ?
Kurcaci
Ungu cliquers: Di kuburan ! ya di rumah kita lah
Kurcaci
Polkadot : Oke oke.
Kurcaci
Go green ! : Bagaimana kalau tuan Putra
kita juluki si “Putra Salju”
Kurcaci
Kabeh : Setuju cah !
Dan
saat itulah sang Putra diberi nama Putra Salju.
Tak
lama kemudian mereka membangun sebuah kota kecil dan hidup bahagia. SELESAI !!
Tokoh
: 1. Putra Salju : Perwira Ilyasa
2. Kurcaci Pink : Vicky Adetya P.P.
3. Kurcaci Polkadot : Richard Adam Sutan
4. Kurcaci Kuning Maroon
: Ridho Akbar M.
5. Kurcaci Go green ! : Azhwin Rizaldy
6. Kurcaci Biru Dongker : Welly R.G.P
7. Kurcaci Coklat Keju : Hudaya Firdaus
8.
Kurcaci Ungu Cliquers : Inggar
Bagaswara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar